Sunday, 11 October 2015

Hubungan antar formasi di Peta geologi Lembar Surakarta dan Giritontro


Peta geologi lembar surakarta dan giritontro pada no lembar surakarta 1408-3 dan gritontro no 1407-6 yang dibuat dengan skala 1:100000 oleh surono, B. Toha dan I Sudarno Pada Tahun 1992.
Batuan Tertua tersingkap Pada Formasi Malihan KTm Yang Berumur Pertengahan Kapur Sampai dengan pertengahan Paleosen. Pada Formasi Ini Terdapat Macam-Macam Batuan Seperti Sekis, Pualam Batuan Gunungapi Malih. Sedimen Malih dan Batu Sabak. Formasi Malihan (KTm) ditindih Oleh Formasi Wungkal Gamping (Tew) Yang Berhubungan Tidak Selaras.
Formasi Wungkal Gamping (Tew) Berumur awal Eosen sampai Akhir Eosen. Pada Formasi ini terdapat Batuan seperti Batupasir, Napal Pasiran, Batulempung dan Lensa Batugamping. Formasi Ini Ditindih oleh Formasi Kebobutak (Tomk) dengan hubungan tidak selaras.

Formasi Kebobutak berumur akhir Oligosen sampai pertengahan awal Miosen. Formasi Kebobutak terdiri dari bagian atas dan bagian bawah. Bagian atas terdiri dari perselingan batupasir, batulempung, dan lapisan tipis tuff asam. Bagian bawah terdiri dari batupasir, batulanau, batulempung, serpih, tuff, dan aglomerat. Formasi ini ditindih secara selaras oleh Formasi Semilir dan Formasi Nglanggran yang berhubungan saling menjemari, di tempat lain Formasi Kebobutak sejajar dengan Formasi Mandalika.
Formasi Mandalika berumur akhir Oligosen sampai pertengahan awal Miosen. Formasi tersebut terdiri dari lava dasit-andesit dan tuff dasit dengan retas diorit.
Formasi Semilir berumur pertengahan awal Miosen sampai pertengahan tengah Miosen. Formasi tersebut terdiri dari tuff, breksi batuapung dasitan, batupasir tufan dan serpih. Formasi semilir berhubungan saling menjemari dengan formasi Nglanggran dan Formasi Sambipitu.
Formasi Nglanggran berumur pertengahan awal Miosen sampai pertengahan tengah Miosen. Formasi tersebut terdiri dari breksi gunungapi, aglomerat dan lava andesit-basal dan tuff. Formasi Nglanggran berhubungan saling menjemari dengan Formasi Sambipitu.
            Formasi Sambipitu berumur pertengahan awal Miosen sampai awal tengah Miosen. Formasi tersebut terdiri dari batupasir dan batulempung. Formasi Sambipitu ditindih oleh Formasi Oyo yang berhubungan saling menjemari dengan Formasi Wonosari.
Formasi Jaten berumur akhir awal Miosen sampai awal tengah Miosen. Formasi tersebut terdiri dari batupasir kuarsa, batupasir tufan, batulanau, batulempung, napal dan batugamping napalan. Formasi Jaten ditindih secara selaras oleh Formasi Wuni.
Formasi Wuni berumur awal tengah Miosen. Formasi tersebut terdiri dari aglomerat bersisipan batupasir tufan dan batupasir tufan. Formasi Wuni berhubungan saling menjemari dengan Formasi Wonosari, Formasi Wuni ditindih secara selaras oleh Formasi Nampol.
Formasi Nampol berumur tengah Miosen. Formasi tersebut terdiri dari konglomerat, batupasir konglomeratan, aglomerat, batulanau, batulempung dan tuf. Formasi Nampol berhubungan saling menjemari dengan Formasi Wonosari.
Formasi Oyo berumur awal tengah Miosen sampai akhir tengah Miosen. Formasi tersebut terdiri dari napal tufan, tuf andesitan dan batugamping konglomeratan. Formasi Oyo berhubungan saling menjemari dengan Formasi Wonosari.
Formasi Wonosari berumur pertengahan tengah Miosen sampai akhir Pliosen. Formasi tersebut terdiri dari batugamping, batugamping napalan-tufan, batugamping konglomerat, batupasir tufan dan batulanau. Formasi Wonosari berhubungan saling menjemari dengan Formasi Oyo dan Formasi Kepek, dan ditindih secara tidak selaras oleh Formasi Baturetno dan Aluvium Tua.
Formasi Kepek berumur tengah akhir Miosen sampai akhir Pliosen. Formasi tersebut terdiri dari napal dan batugamping berlapis. Formasi Kepek ditindih secara tidak selaras oleh Formasi Baturetno dan Aluvium Tua.
Diorit Pendul berumur akhir Pliosen sampai pertengahan Plistosen. Diorit Pendul terdiri dari diorit.
Formasi Baturetno berumur tengah Plistosen sampai akhir Plistosen. Formasi tersebut terdiri dari lempung hitam, lumpur, lanau dan pasir. Formasi Baturetno sejajar dengan Aluvium Tua dan ditindih secara tidak selaras oleh Formasi Aluvium.
Formasi Aluvium Tua berumur tengah Plistosen sampai akhir Plistosen. Formasi tersebut terdiri dari konglomerat, batupasir, lanau dan lempung. Formasi Aluvium Tua ditindih secara tidak selaras oleh Formasi Aluvium, di lokasi lain ditemukan Formasi Batuan Gunungapi Lawu dan Formasi Gunungapi Merapi.
Formasi Batuan Gunungapi Lawu berumur Plistosen sampai Holosen. Formasi tersebut terdiri dari breksi gunungapi, lava dan tuf.
Formasi Batuan Gunungapi Merapi berumur Plistosen sampai Holosen. Formasi tersebut terdiri dari breksi gunungapi, lava dan tuf.
Formasi Aluvium berumur Holosen. Formasi tersebut terdiri dari lempung, lumpur, lanau, pasir, kerikil, kerakal dan berangkal.

No comments:

Post a Comment