Sunday, 11 October 2015

Data Hasil Pemetaan Geologi


Assalamualaikum Wr.Wb
Alhamdulilahirobilalamin, saya masih diberi kesehatan dan diberi kesempatan untuk bisa meng update informasi di blog saya ini. kali ini saya akan berbagi informasi  data hasil pemetaan geologi di desa Pengkol, Nglipar, Gunungkidul yang dilakukan Anak-anak Geologi Pertambangan SMKN 1 Padaherang angkatan 2015 yang prakerin di Georesearch Indonesia, bersama Kakak-kakak Pembimbing dari Georesearch Indonesia.

Berikut ini data hasil pemetaan geologi desa tim saya, bersama Georesearch Indonesia. 
Semoga Bermanfaat!!!!!

Desa yang kami petakan adalah Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Pengkol memiliki luas 828.41 Hektare yang dipetakan selama sepuluh hari mulai tanggal 25 Agustus 2014 sampai 4 September 2014, selama pemetaan diperoleh 138 titik dengan penamaan 14GPP001 sampai dengan 14GPP138. 14 menunjukan tahun kegiatan pemetaan dilaksanakan, yaitu tahun 2014. GPP merupakan singkatan dari Georesearch Padaherang Pengkol. Nomor 001 sampai 138 berarti nomor titik yang ditulis secara berurutan.
Hari pertama pemetaan dilaksanakan tanggal 25 Agustus 2014. Lokasi pertama di mana singkapan batuan ditemukan, yaitu di titik 14GPP001 yang terletak pada koordinat S 07°53’03.3” E 110°35’19.0”. Di lokasi ini, tepatnya depan rumah Bidan Asmiatun ditemukan singkapan batuan gunungapi berlapis baik dengan jurus dan kemiringan N94°E/24°, elevasi 209 m, di lokasi ini diambil dua semple Hand Specimen. Batuan tersebut berselingan antara vitric tuff karbonatan dengan lithic tuff silikaan. Vitric tuff cukup kompak, warna abu-abu terang, ukuran butir pasir halus, porositas baik, semen karbonat. Vitric tuff memiliki ketebalan 80 cm. Lithic tuff mudah patah, warna coklat kekuningan, ukuran butir pasir kasar, porositas baik, semen silika. Lithic tuff mempunyai ketebalan 37 cm.

Hubungan antar formasi Peta Geologi Lembar Yogyakarta


Peta Geologi lembar Yogyakarta, Jawa yang dibuat oleh Wartono Rahardjo, Sukandarrumidi, H.M.D. Rosidi pada tahun 1999 dengan nomor peta 1408-2 dan 1407-5 dengan sekala 1: 100.000 edisi 2.
            Batuan tertua tersingkap pada Formasi Nanggulan (Teon) yang berumur Eosen sampai dengan Pertengahan Oligosen. Formasi ini diisi oleh betupasir dengan sisipan lignit, napal pasiran, batulempung dengan kongkresi limonit, sisipan napal dan batugamping, batupasir dan tuf. Formasi Nanggulan (Teon) kemungkinan ditindih dengan hubungan tidak selaras oleh Formasi Kebobutak (Tomk).
            Formasi Kebobutak (Tomk) berumur petengahan Oligosen sampai dengan awal Miosen. Formasi ini diisi oleh batuan berupa breksi andesit, tuf, tuf lapili, aglomerat dan sisipan lava andesit. Formasi Kebobutak (Tomk) kemungkinan ditindih secara tidak selaras oleh Formasi Jonggrangan (Tmj) dan Formasi Sentolo (Tmps) yang berhubungan saling menjemari, serta sejajar dengan Formasi Semilir (Tmse) dan Formasi Nglanggran (Tmn).

Hubungan antar formasi di Peta geologi Lembar Surakarta dan Giritontro


Peta geologi lembar surakarta dan giritontro pada no lembar surakarta 1408-3 dan gritontro no 1407-6 yang dibuat dengan skala 1:100000 oleh surono, B. Toha dan I Sudarno Pada Tahun 1992.
Batuan Tertua tersingkap Pada Formasi Malihan KTm Yang Berumur Pertengahan Kapur Sampai dengan pertengahan Paleosen. Pada Formasi Ini Terdapat Macam-Macam Batuan Seperti Sekis, Pualam Batuan Gunungapi Malih. Sedimen Malih dan Batu Sabak. Formasi Malihan (KTm) ditindih Oleh Formasi Wungkal Gamping (Tew) Yang Berhubungan Tidak Selaras.
Formasi Wungkal Gamping (Tew) Berumur awal Eosen sampai Akhir Eosen. Pada Formasi ini terdapat Batuan seperti Batupasir, Napal Pasiran, Batulempung dan Lensa Batugamping. Formasi Ini Ditindih oleh Formasi Kebobutak (Tomk) dengan hubungan tidak selaras.