Tuesday, 27 January 2015

Asteroid Apophis Hantam Bumi Tahun 2036

Bumi mungkin terancam oleh asteroid
besar dan mungkin diperlukan kapal
antariksa untuk membelokkan
trayeknya, begitulah pernyataan
Kepala Badan Antariksa Rusia Anatoly
Perminov, Rabu (30/12/2009).
Anatoly Perminov menyatakan bahwa
Badan Antariksa Rusia akan segera
mengadakan pertemuan untuk
mempertimbangkan misi ke Apophis,
asteroid yang mengancam Bumi
tersebut, demi menunda kiamat.
Perminov mengatakan di radio bahwa
kalau proyek ini sudah disetujui, dia
akan mengundang NASA, Badan
Antariksa Uni Eropa, Badan Antariksa
China, dan pihak lainnya untuk
bergabung.
Berita ini mengejutkan Badan
Antariksa Amerika Serikat yang
berpendapat bahwa ancaman jatuhnya
bongkahan batu yang kira-kira
berukuran 270 meter itu ke Bumi pada
2029 kemungkinannya cuma 1 per 37,
jadi kemungkinan besar tak akan
terjadi.
NASA lebih berpendapat bahwa asteroid
itu akan melewati Bumi, dan masih
akan ada jarak aman sekitar 28.968
km.
Namun, ada kemungkinan sangat kecil
bahwa Apophis bisa menabrak Bumi
pada 2035 walaupun sekali lagi
kemungkinan ini yang tadinya 1 per
45.000 telah dihitung kembali dan
mengecil jadi 1 per 250.000.

Namun, Perminov bersikeras bahwa
asteroid itu adalah ancaman. Dia tak
memberi detil jelas tentang bukti
kemungkinan terjadinya tumbukan,
tapi dia mengatakan bahwa dia telah
diberi tahu para ilmuwan bahwa
asteroid itu makin dekat.
“Saya tak ingat pastinya, tapi
sepertinya (asteroid itu) bisa
menabrak Bumi pada 2032,” tuturnya.
“Keselamatan banyak orang
taruhannya.
Kita harus mengalokasikan beberapa
ratus juta dolar dan membangun
sistem untuk mencegah terjadinya
tabrakan daripada berdiam diri
menunggu bencana terjadi dan matinya
ratusan ribu orang.”
Para ilmuwan telah lama
mengemukakan berbagai teori strategi
untuk membelokkan asteroid.
Ada yang mengusulkan mengirimkan
semacam satelit untuk mengorbiti
asteroid itu agar perlahan-lahan
trayeknya berubah.
Ada juga yang mengusulkan mengirim
pesawat antariksa untuk menabrak
asteroid itu sehingga momentumnya
berubah atau menggunakan senjata
nuklir untuk menembaknya.
Perminov tak mengumumkan detil apa-
apa tentang proyek itu karena
menurutnya masih banyak hal yang
harus dipikirkan dulu. Namun, dia
mengatakan bahwa misi itu tak akan
memakai senjata nuklir.
Film Hollywood Deep Impact dan
Armageddon telah menggambarkan misi
antariksa untuk mencegah bencana
Bumi ditabrak benda ruang angkasa. Di
kedua film itu para awak kapal
memakai senjata nuklir untuk
mencegah tabrakan.
“Menurut perhitungan masih sempat
dibuat suatu pesawat antariksa khusus
yang bisa mencegah tumbukan tanpa
menghancurkan asteroid itu dan tanpa
meledakkan senjata nuklir apa pun,”
kata Perminov, “Ancaman tumbukan
bisa dihindari”, tambahnya.
Boris Shustov, Kepala Institut
Astronomi milik Akademi Ilmu
Pengetahuan Rusia, menyambut
pernyataan Perminov sebagai tanda
bahwa para petinggi akhirnya
menyadari ancaman asteroid secara
umum.
“Apophis hanyalah contoh, masih
banyak benda-benda ruang angkasa
lain yang tak kita ketahui,” dia
menyatakan pada kantor berita RIA
Novosti.
Kecil Kemungkinannya Apophis
manabrak Bumi.
Hasil riset Lembaga Antariksa Rusia
memprediksi asteroid Apophis (yang
pertama kali ditemukan 19 Juni 2004)
akan menghantam Bumi pada tahun
2036.
Pada tahun 2004, NASA juga pernah
memublikasikan hasil riset yang
mengungkapkan bahwa asteroid
sebesar lapangan sepak bola itu
berpotensi menghantam Bumi pada
tahun 2009.
Menurut hasil observasi Rusia, Apophis
akan menghantam Bumi pada 13 April
2036.
Akibat hantaman, efek layaknya kiamat
akan terjadi di Bumi, tentunya disertai
kehancuran dan kematian manusia di
wilayah tertentu.
Bagaimana NASA menanggapi hasil
riset Rusia?
Donald Yeomans, peneliti Near Earth
Object Program Office mengatakan,
Rusia mendasarkan prediksinya pada
kemungkinan Apophis melewati lubang
kunci gravitasi. Lubang kunci gravitasi
adalah wilayah di angkasa dengan efek
gravitasi bumi sangat kecil.
Yeomans menjelaskan, situasinya
adalah, pada 13 April 2029, asteroid
akan bergerak di dekat orbit Bumi.
Bila Apophis telah bergerak di dekat
Bumi pada saat tersebut, maka
terdapat kemungkinan asteroid itu
akan menghantam pada 13 April 2036.
“Secara teknis, Rusia benar. Ada
kemungkinan Apophis akan menghantam
Bumi pada tahun 2036,” kata Yeomans.
Namun demikian, menurut Yeomans,
kemungkinan tersebut sangat kecil,
hanya 1 dalam 250.000. Jadi,
kemungkinan yang lebih besar,
asteroid sepanjang 270 meter itu tak
akan menghantam Bumi.
Lebih jauh, Yeomans mengemukakan
bahwa skenario yang lebih mungkin
adalah Apophis akan mulai mendekat ke
orbit Bumi pada tahun 2012 dan 2013.
Saat itu, Apophis mampu dideteksi
dengan radar dan teleskop, dan NASA
telah mempersiapkan rencana beserta
teknologi untuk mengawasi
kemungkinan asteroid itu menghantam
Bumi.
Seperti yang diberitakan sebelumnya di
artikel “Apa Jadinya Kalau Asteroid
Raksasa Menghantam Bumi?”, NASA
telah mempersiapkan teknologi untuk
mengubah arah gerak Apophis.
Caranya dengan memanaskan
permukaan asteroid sehingga
terbentuk aliran jet yang bisa
merubah arah. Dengan teknologi ini,
peristiwa hantaman asteroid ke Bumi
bisa dicegah.

No comments:

Post a Comment