Saturday, 15 October 2011

Perjalanan Pesawat Luar Angkasa


1. Pioneer 10:

Wahana Pertama Buatan Manusia Yang Meninggalkan Tata Surya

Diluncurkan pada 2 Maret 1972, saat ini Pioneer 10 berada pada jarak 12,3 milyar kilometer dari Bumi atau lebih dari 2 kali jarak si bungsu Pluto dari Matahari. Setelah lebih dari 30 tahun silam meninggalkan Bumi, mengembara di ruang antarplanet dan kini sedang menuju ruang antarbintang, pada 23 Januari 2003 diterima sinyal lemah terakhir dari wahana ruang angkasa ini. Setelah pada 7 Februari lalu tidak ada lagi sinyal-sinyal terakhir yang diterima dari Pioneer 10 dan usaha-usaha yang dilakukan guna berkomunikasi pun tidak membuahkan hasil, disimpulkan sumber tenaga wahana sudah berada di bawah batas minimal untuk berkomunikasi. Pihak NASA Ames Research Center pun memutuskan untuk tidak lagi melakukan upaya kontak lebih lanjut.
Gambar 1. Pioneer 10 (Credit: Pioneer ProjectARCNASA)

Mengenal teleskop hubble


Mengenal Teleskop Hubble
Teleskop Hubble? Siapa yang tidak mengenal Teleskop Hubble? Keberadaan akan Teleskop Hubble terwujud dari sebuah impian manusia untuk menempatkan Teleskop di ruang angkasa. Permasalahan dengan atmosfer yang selama ini muncul bisa terselesaikan dengan adanya Teleskop Hubble dan pastinya pandangan dari mata Teleskop Hubble jauh lebih bersih dan baik.  Pada waktu itu proyek ini dianggap konyol dan buang biaya.

Saturday, 1 October 2011

Menguak Insiden Naas Meledaknya Pesawat Challenger Milik NASA

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) - 




Hari ini, 25 tahun lalu atau tepatnya pada 28 Januari 1986, pesawat ulang-alik Challenger milik NASA meledak saat baru menempuh 73 detik perjalanan dalam mengarungi langit, menuju ruang angkasa.
Gambar ilustrasi: pesawat ulang-alik Challenger milik NASA. (Foto: google)
Tujuh orang astronot tewas seketika. Termasuk satu orang perempuan, Christa McAuliffe, yang diharapkan akan menjadi guru sekolah pertama yang pergi ke luar angkasa. 

Dengan adanya bencana ini, jumlah astronot yang tewas sejak dimulainya program luar angkasa bertambah menjadi 14 orang.

Pesawat ulang-alik Challenger baru saja terbang selama satu menit saat terjadi ledakan. Akibat banyaknya pecahan pesawat, regu penolong harus menunggu selama satu jam sebelum melakukan evakuasi.
Penerbangan pada hari naas itu merupakan misi kedua puluh lima Challenger. Menurut jadwal NASA, penerbangan ini seharusnya dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 1986 namun ditunda akibat cuaca buruk.
Tidak lama setelah bencana, Presiden AS Ronald Reagan memerintahkan dilakukan penyelidikan. Akibat bencana ini, Amerika Serikat menunda seluruh misi ke luar angkasanya selama dua tahun.
Sebenarnya, apa yang terjadi di hari naas itu? Berikut laporan resmi yang diungkapkan oleh badan antariksa AS, NASA, seperti diberitakan Space.

Misi STS-51L Challanger adalah pesawat pertama yang diberangkatkan dari Launch Pad 39B di Kennedy Space Center milik NASA di Cape Canaveral, Florida. Pemberangkatan di hari itu merupakan pemberangkatan yang tertunda akibat sejumlah masalah teknis dan cuaca buruk.

Dari investigasi mendalam, diketahui bahwa sebuah segel penutup yang disebut dengan O-ring pada solid rocket booster sebelah kanan pesawat mengalami kerusakan di awal peluncuran.

Akibat rusaknya O-ring, gas panas bertekanan tinggi bisa keluar dari bagian dalam booster. Material yang menguap ini menyembur ke penopang yang menghubungkan solid rocket booster dengan tangki penyimpanan bahan bakar raksasa milik roket pendorong. Semburan menyebabkan kedua alat tersebut rusak.

Pada detik ke-72 setelah peluncuran, terdapat pembakaran secara massal (hampir berupa ledakan) akibat hidrogen yang keluar dari bawah tangki bercampur dengan oksigen cair yang bocor dari bagian tangki yang disebut dengan intertank.

Pada beban aerodinamis akibat kecepatan yang sangat tinggi, Challanger pecah berkeping-keping di samudera Atlantik satu detik kemudian, atau sekitar 1 menit 13 detik setelah peluncurannya.

Dari investigasi lebih lanjut, peneliti menemukan bahwa cuaca yang sangat dingin berkontribusi terhadap kerusakan segel O-ring. NASA berkesimpulan, dengan temperatur yang sedingin hari itu, pesawat ulang alik sebenarnya tidak aman untuk diluncurkan.

Meski tim investigasi tidak dapat menentukan kapan tepatnya para awak tewas, diperkirakan beberapa astronot mungkin selamat saat Challanger mulai terbelah. Namun demikian, tidak ada yang bisa bertahan dari dampak tumbukan saat kabin pesawat menghempas samudera Atlantik dengan kecepatan 334 kilometer per jam dari ketinggian 19,8 kilometer.

Tidak seperti pesawat tempur, pesawat ruang angkasa ketika itu tidak memiliki sistem penyelamatan diri. Ini membuat astronot di dalam Challanger tidak bisa meninggalkan pesawat saat mulai terdeteksi terjadi kerusakan. (ar/vs2)

NASA: Kecil Ancaman Asteroid Mematikan Menghantam Bumi


Ilustrasi [google]Ilustrasi [google]

[LOS ANGELES] Jika Anda termasuk orang yang khawatir ada asteroid besar mematikan yang akan menghantam planet bumi
 dan menimbulkan kiamat seperti film Armagedon, mungkin Anda bisa sedikit lega setelah membaca berita ini. Hal ini diungkapkan Badan Antariksa AS atau disingkat NASA baru-baru ini. 

Badan antariksa ini, Kamis (29/9) waktu setempat atau Jumat (30/9) WIB telah mengidentifikasi sebanyak 90 persen, benda-benda angkasa yang lebih besar dari meteor yang disebut asteroid yang berpotensi menghantam bumi. Bahkan satu diantaranya adalah asteroid besar yang sama


Friday, 30 September 2011

Pesawat Antariksa Terjauh Dari Bumi Yang Sangat Monumental Bagi Dunia



Voyager 1 adalah sebuah pesawat antariksa nirawak yang diluncurkan 5 September 1977 dan sampai sekarang masih beroperasi di luar tata surya. Voyager 1 juga merupakan

benda buatan manusia yang terjauh dari bumi pada 15 milyar kilometer dari bumi (100 Astronomical Unit atau 9,3 milyar mil, per 17 Agustus 2006) dan memasuki heliosheath setelah melewati termination shock yang membatasi tata surya. Pada jarak tersebut,sinyal dari Voyager 1 perlu lebih dari 13 jam untuk sampai ke pusat kontrolnya, Jet Propulsion Laboratory di dekat Pasadena, California yang merupakan proyek bersama NASA dan Caltech.

Pesawat Luar Angkasa Voyager 2 Dibajak Alien?

Misteri melingkupi Voyager 2, pesawat tak berawak milik Amerika Serikat yang diluncurkan 20 Agustus 1977, 33 tahun yang lalu. 

Sebab, baru-baru ini Voyager 2 mengirimkan pesan dalam format yang tak bisa dibaca ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA. 


Muncul dugaan pesawat itu dibajak alien alias mahluk luar angkasa -- yang mengirimkan jawaban pesan NASA. Seperti diketahui, menurut astrofisikawan, Stephen Hawking, NASA pernah mengirim sinyal ke luar angkasa berupa sebuah tembang dari grup pop legendaris The Beatles.

Tembang itu berjudul, "

Wednesday, 21 September 2011

Pesawat Ulang alik






Pesawat Orbiter bersayap Delta dengan mesin pengorbit


1. Pesawat Orbiter bersayap Delta dengan mesin    pengorbit
2. Tangki bahan bakar luar (External Tank/ Drop Tank)
3. Roket pendorong berbahan bakar padat (twin solid rockets)
 

Tuesday, 20 September 2011

Alien Diduga Hidup di Planet Gliese 581d

 Ada misteri besar yang belum terungkap hingga saat ini. Adakah kehidupan lain di luar Bumi? Apalagi fakta menunjukkan, planet kita bagai noktah kecil tak berarti, dibandingkan isi alam semesta.
 Pertanyaan itu mengilhami para ilmuwan mencari kehidupan lain, dan mencari planet-planet mirip Bumi. Salah satu yang terus dipantau adalah planet-planet yang berada di orbit bintang cebol, Gliese 581.

NASA Mengungkap Nasib Apophis dan Bumi


Benarkah Apophis akan mengakhiri nasib Bumi tahun 2036? Kalau sebelumnya cosmos4u sudah melakukan konfirmasi dengan Don Yeoman dari NEO tentang kemungkinan tabrakan tersebut, kali ini secara resmi pihak NASA-lah yang mengeluarkan rilis berita tentang kemungkinan tabrakan Apophis serta berita yang sedang beredar tersebut.